SAMARINDA- Kamis (15/10) menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiko (BMKG) Samarinda mencatat, kenaikan titik api (hotspot) di Kaltim naik drastis. Ini adalah hot spot tertinggi sepanjang musim kemarau di Kaltim.
![]() |
| Pemandangan Islamic Center dari seberang sungai Mahakam (kaltimpost.co.id) |
Kepala BMKG Samarinda, Sutrisno kepada wartawan mengatakan, Rabu (14/10), titik api di Kaltim “hanya” 85 titik. Namun Kamis hari ini mencapai 537 titik. “Melonjak drastis hingga 537 titik api. Ini adalah rekor tertinggi selama musim kemarau,” katanya. Memang sejak pagi hari, Samarinda dan sekitarnya mendung oleh kabut asap. Hingga berita ini ditulis, kabut asap masih pekat. Data dari BMKG Samarinda mencatat, titik api terbanyak ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang mencapai 223 titik. “Kemudian Kabupaten Paser dengan hot spot 131 dan Kabupaten Kutai Timur dengan 126 hot spot,” jelasnya. (iza)
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama berbagi tips untuk melindungi diri dari risiko gangguan kabut asap. Menurutnya, ada delapan hal yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya kabut asap ini.
- Sebisa mungkin hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung. Terutama untuk mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
- Jika pun terpaksa harus pergi ke luar rumah/gedung, maka sebaiknya menggunakan masker.
- Minum air putih lebih banyak dan lebih sering.
- Bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasihat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.
- Selalu lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.
- Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya.
- Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.
- Buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik.
Sumber referensi :
kaltimpost.co.id
inicaraku.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar